Balik lagi?

Baru seminggu pindah ke wordpress.com rasanya saya ingin balik lagi ke blogsome.com. Alasannya sederhana : wordpress.com ini tidak bisa diedit CSS nya. Harus upgrade ke mode ‘bayar’.

Kesimpulan sementara : nulis panjang di sepia.blogsome.com, nulis pendek (ide) di sepiaway.wordpress.com.

Selamat mengunjungi SEPIAsun lagi.

Manfaat blog, berkaca pada diri yang lalu

Pernah saya membaca buku tentang desain situs. Saran penulisnya, kita harus memilih apakah situs kita untuk tujuan ‘transaksional’ atau ‘informasional’. Harus jelas, karena mencampurkannya akan membingungkan pembaca. Situs transaksional (jualan) contohnya adalah Amazon.com, jelas jualan barang. Situs informasional ya seperti situs berita, misalnya detik.com.

Menurut buku itu, situs informasional akan sulit menghasilkan uang. Situs transaksional (yang fokus untuk jualan) akan lebih berhasil dalam menghasilkan uang. Situs Sepia ini termasuk situs informasional, akibatnya ya tidak banyak uangnya (hehe). Kalau mau jualan training, ya mestinya bentuk situsnya formal. Kalau situsnya informasional, seperti blog Sepia ini, ya susah untuk menunjukkan bahwa sebenarnya menjual produk training. :)

Lalu buat apa sebuah situs organisasi membuat blog (bertindak sebagai situs informasional)?

Dari pengalaman saya, manfaat terbesar blog adalah merekam pemikiran kita sendiri. Di masa lalu, karena suatu kondisi tertentu, kita pernah memikirkan secara serius hal-hal penting yang tidak lagi kita pikirkan sekarang (karena obyek fokus pikiran sudah berbeda). Sehingga apa yang dulu kita ketahui, bahkan kita hayati, sekarang mungkin sudah lupa.

Membaca kembali tulisan di Sepia Sun, ternyata memberi manfaat juga bagi diri saya sendiri. Banyak hal yang saya sendiri sudah lupa! Terkadang dengan mengikuti komentar terbaru pada sebuah artikel, akhirnya saya ikut membaca kembali artikel tersebut, dan heran mengapa saya sendiri sudah lupa isinya. Alhamdulillah, saya jadi belajar kembali.

Termasuk ketika menjawab pertanyaan saudara ‘Pat!’ di situs Sepia Sun yang menanyakan, tentang kapan sebaiknya kita menyerah dalam mengejar mimpi kita. Saya tidak langsung bisa menjawab. Saya lupa! Ternyata jawabannya ada di artikel Sepia yang sudah lama, yaitu artikel : Kapan Menyerah.

Kini saya bersyukur telah menuliskan apa-apa yang telah diilhamkan Allah dahulu ke dalam tulisan di blog. Mudah-mudahan rekan-rekan yang juga nge-blog mempunyai pengalaman yang semacam dengan saya ini.

Yuk, terus ngeblog!

Mengajar dan mendidik

Apa beda antara menerbangkan pesawat besar A380 500 penumpang dengan pesawat kecil twin otter 6 penumpang? Dua-duanya bisa terbang, bahkan twin otter lebih cepat terbang. Tapi muatannya lebih banyak pesawat besar, tentu saja.

Bedanya adalah pada panjang landasan. Pesawat kecil landasannya pendek, pesawat besar harus panjang.

Mengapa cobek batu jauh lebih murah daripada keramik cina? Perbandingan harganya bisa mencapai ribuan kali lipat. Mengapa? Karena proses pembuatan keramik cina lebih sulit. Namun hasil keramik cina jauh lebih bermutu tinggi.

Itulah beda mengajar dengan mendidik. Mendidik memerlukan landasan yang panjang dan ketelatenan proses yang sulit. Agar hasilnya mampu mengangkat beban berat dan berkualitas tinggi.

Belajar dari diri masa lalu

Pernahkah Anda merasakan bahwa ada suatu masa dimana prestasi Anda yang dulu ternyata lebih baik daripada prestasi Anda yang kini? Saya pernah. Saya merasa saat paling tekun beribadah adalah saya waktu SMP. Saat itu, bila Ramadhan tiba, saya bisa beberapa juz sehari. Kini tidak lagi. Tepatnya belum seperti itu lagi.

Terkadang kita harus berkaca kepada diri kita yang lalu. Ada bagian tertentu yang lebih bagus dari diri kita yang sekarang.

Pesan Rasulullah Muhammad saw : Barangsiapa hari ini lebih jelek daripada kemarin, maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa hari ini sama dengan kemarin, maka dia orang yang tertipu. sedangkan siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang beruntung. (hadits)

Membuat keputusan

Sulit membuat keputusan, bila kita tidak tahu apa yang menjadi prioritas.

Contohnya. Pernahkah anda membuat account email? Berapa lama anda membuat keputusan username yang akan digunakan? Contoh lain, bila Anda pernah membuat blog, berapa lama memutuskan tema/template blog yang anda pilih?

Seringkali yang kita inginkan sudah tidak ada, atau tidak ada yang sangat sesuai. Kita perlu mengambil toleransi terhadap keinginan kita. Saat itulah kejelasan akan prioritas menjadi panduan yang bisa menuntaskan kebimbangan.

Selamat memilih, selamat membuat keputusan.

Menyelamatkan ide

Akses internet di sekeliling saya makin banyak. Anehnya saya makin malas buka laptop. Kini jamannya pakai ponsel, termasuk blogging.

Mobile blogging mestinya lebih produktif. Saat kita menunggu antrian, dalam angkutan perjalanan, atau ketika bengong tanpa kerjaan, maka ponsel adalah alat yang powerful untuk tetap produktif. Termasuk ketika kita perlu mencatat ide-ide penting.

saya sengaja membuat akun wordpress karena ada menu blogging lewat m.wordpress.com , menu yang saat ini belum juga ada di blogsome.com tempat blog Sepia yang lama.

Mudah-mudahan ide-ide menarik bisa direkam tanpa harus repot duduk dan membuka laptop lagi. :)



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.