Manfaat blog, berkaca pada diri yang lalu

Pernah saya membaca buku tentang desain situs. Saran penulisnya, kita harus memilih apakah situs kita untuk tujuan ‘transaksional’ atau ‘informasional’. Harus jelas, karena mencampurkannya akan membingungkan pembaca. Situs transaksional (jualan) contohnya adalah Amazon.com, jelas jualan barang. Situs informasional ya seperti situs berita, misalnya detik.com.

Menurut buku itu, situs informasional akan sulit menghasilkan uang. Situs transaksional (yang fokus untuk jualan) akan lebih berhasil dalam menghasilkan uang. Situs Sepia ini termasuk situs informasional, akibatnya ya tidak banyak uangnya (hehe). Kalau mau jualan training, ya mestinya bentuk situsnya formal. Kalau situsnya informasional, seperti blog Sepia ini, ya susah untuk menunjukkan bahwa sebenarnya menjual produk training.🙂

Lalu buat apa sebuah situs organisasi membuat blog (bertindak sebagai situs informasional)?

Dari pengalaman saya, manfaat terbesar blog adalah merekam pemikiran kita sendiri. Di masa lalu, karena suatu kondisi tertentu, kita pernah memikirkan secara serius hal-hal penting yang tidak lagi kita pikirkan sekarang (karena obyek fokus pikiran sudah berbeda). Sehingga apa yang dulu kita ketahui, bahkan kita hayati, sekarang mungkin sudah lupa.

Membaca kembali tulisan di Sepia Sun, ternyata memberi manfaat juga bagi diri saya sendiri. Banyak hal yang saya sendiri sudah lupa! Terkadang dengan mengikuti komentar terbaru pada sebuah artikel, akhirnya saya ikut membaca kembali artikel tersebut, dan heran mengapa saya sendiri sudah lupa isinya. Alhamdulillah, saya jadi belajar kembali.

Termasuk ketika menjawab pertanyaan saudara ‘Pat!’ di situs Sepia Sun yang menanyakan, tentang kapan sebaiknya kita menyerah dalam mengejar mimpi kita. Saya tidak langsung bisa menjawab. Saya lupa! Ternyata jawabannya ada di artikel Sepia yang sudah lama, yaitu artikel : Kapan Menyerah.

Kini saya bersyukur telah menuliskan apa-apa yang telah diilhamkan Allah dahulu ke dalam tulisan di blog. Mudah-mudahan rekan-rekan yang juga nge-blog mempunyai pengalaman yang semacam dengan saya ini.

Yuk, terus ngeblog!

1 Response to “Manfaat blog, berkaca pada diri yang lalu”


  1. 1 aksa April 2, 2009 at 12:01 pm

    wah bener banget mas,saya juga ngalamin hal yang kuranglebih sama walaupun bukan dengan blog tapi dalam catatan2 pemikiran yang kadang muncul secara tiba2 atau karena terstimulus oleh sesuatu,misalny mmbaca,melakukan sesuatu,nnton dll kmdn saya tulis dalam buku.sangat bermanfaat saat saya merasa down atau lupa dengan impian2 saya.
    kadang juga heran sendiri,kok bisa ya muncul pemikiran cerdas spt itu dari saya,pdhl saya bukanlah siapa2,hanya kbtulan dianugerahi hobi mmbaca oleh alloh swt.
    tulisan kita itu spt REMINDER yg mengingatkan kita.dan siapa tahu ada yang mendapat manfaat dari tulisan kita.
    satu lagi,soal evaluasi mas yang menganggap program pnjualn buku SEPIA di anggap gagal,saya sangat menyayangkannya,mungkin kurang promosi,saya membayangkan kalo mas gabung dengan KOMUNITAS TANGAN DIATAS,ktm dgn punggawa2nya spt pk badroni yuzirman,Saya sangat yakin perkembangan pemikiran2 mas akan pesat tersebar,karena TDA adalah akseleratornya.
    gitu aja mas,maaf kalo kurang berkenan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: